tanggal Lima September mungkin menjadi hari bersejarah bagi anak saya yg kedua , karena tepat lima tahun yang lalu telah dilahirkan oleh emaknya dalam keadaan alhamdulillah baik2 aja.
Untuk itu kemarin diadakanlah sedikit syukuran dalam istilah orang jawa “BANCAKAN” dengan membuat tumpeng nasi kuning, dan dibagi/ dimakan bareng2 ama anak2 tetangga.
Seingat saya, bancakan itu merupakan pesta anak kecil. Momentumnya bermacam-macam. Yang paling sering adalah dalam rangka memperingati weton atau hari pasaran, dan peristiwa lain.
Anak-anak sangat menikmati peristiwa ini. Lebih-lebih pada saat bancak yang berisi tumpeng tersebut digotong, kemudian diperebutkan ingkung ayam utuhnya. Barang siapa mendapatkan kepala, dipercayai akan menjadi pemimpin. Sedangkan brutu ayam hanya cocok untuk orang tua pelupa. Bagi orang jawa hal ini penting , selain untuk bersyukur juga tersirat tuk memberi informasi pada masyarakat sasarekitar tenatang kelahiran seseorang. Masyarakat jawa masih ada yang mendasarkan segala sesuatu berdasarkan perhitungan hari lahir (weton)

Setelah membaca do’a syukur kehadirat Allot SWT maka nasi tumpeng di perebutkan dan di makan bersama sama, hmmm….sedapnya makan beramai2 (more…)