Argobel’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Halal bihalal October 4, 2008

Filed under: Religi — argobel @ 7:29 am

Setelah sholat Iedul Fitri di Masjid At-Taubah perumahan Puskopkar diadakanlah acara yang di sebut Halal bi Halal. Hal ini sempat tergelitik di hati saya , apa sih Halal bi halal itu, Apa perbuatan Halal yg di halalkan?

Cari referensi sana sini ketemunya ternyata.. itu tradisi umat Islam melayu, ya indonesia khan juga serumpun , so kita ikutan juga melanggengkan tradisi ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya istilah ini, atau bahkan kontroversi asal-katanya, halal bihalal tetap dilakukan banyak orang. Kalau pendapat saya sih kegiatan ini mengandung manfaat dalam rangka bersosialisasi dengan sesama muslim. Sepanjang tidak ditunggangi kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan akidah, mari kita berbaik sangka dan melihat sisi-sisi baiknya

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman.

Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab ˜halal yang diapit dengan satu kata penghubung ˜baâ (dibaca: bi) (Shihab, 1992: 317). Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, sejauh yang saya ketahui, masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa Melayu. Halal-bihalal, tidak lain, adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara. Halal-bihalal merupakan tradisi khas dan unik bangsa ini.

Kata halal memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti ‘diperkenankan’. Dalam pengertian pertama ini, kata ˜halal adalah lawan dari kata ˜haram. Kedua, berarti ˜baik. Dalam pengertian kedua, kata halal terkait dengan status kelayakan sebuah makanan. Dalam pengertian terakhir selalu dikaitkan dengan kata thayyib (baik). Akan tetapi, tidak semua yang halal selalu berarti baik. Jadi, dalam hal ini, ukuran halal yang patut dijadikan pedoman, selain makna diperkenankan, adalah yang baik dan yang menyenangkan.

Sebagai sebuah tradisi khas masyarakat Melayu, apakah halal-bihalal memiliki landasan teologis? Dalam Al Quran, (Ali ‘Imron: 134-135) diperintahkan, bagi seorang Muslim yang bertakwa bila melakukan kesalahan, paling tidak harus menyadari perbuatannya lalu memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, mampu menahan amarah dan memaafkan dan berbuat kebajikan terhadap orang lain.

Dari ayat ini, selain berisi ajakan untuk saling maaf-memaafkan, halal-bihalal juga dapat diartikan sebagai hubungan antar manusia untuk saling berinteraksi melalui aktivitas yang tidak dilarang serta mengandung sesuatu yang baik dan menyenangkan. Atau bisa dikatakan, bahwa setiap orang dituntut untuk tidak melakukan sesuatu apa pun kecuali yang baik dan menyenangkan. Lebih luas lagi, berhalal-bihalal, semestinya tidak semata-mata dengan memaafkan yang biasanya hanya melalui lisan atau kartu ucapan selamat, tetapi harus diikuti perbuatan yang baik dan menyenangkan bagi orang lain.

Usai sholat panitia masjid Darul Ihsan mengundang seluruh jamaah khususnya yg tinggal di sekitar blok A untuk ikut acara halal bi halal, jadi kita langsung berkumpul di masjid, ada sedikit ba..bi…bu dari panitia dan pengurus masjid. Setelah itu dilanjutkan acara inti saling salam salaman dan bermaaf-maaf-an

Setelah itu dilanjutkan ama inti acara yaitu makan2 dengan menu BAKSO he….he…..Bakso ini dipersiapkan oleh ibu2 Pengajian komplek Masjid Darul Ihsan.Emang lah dihari Fitri ini menunya pada bakso semua. Keliling silaturahmi di dua rumah teman and tetangga di tawarin makan bakso malang. Karena penggemar berat Bakso ya aku santap aja walu perut terasa kenyang. Terima kasih cak Nokus and cak Ruskito. Tapi sayang sekali makanan favoritku gak bisa aku nikmati ” TAHU CAMPUR” karn temanku yg tradisinya bikin ini makanan lagi mudik euy….

Btw ini resepnya bakso malang saya sertakan :

BAHAN BAKSO:
350 gr daging sapi yang segar
50 gr tepung sagu
100 cc air es
1 butir telur
4 siung bawang putih
1/2 sdt merica
3 sdt garam

KUAH:
2 liter air
600 gr lutut sapi/tulang sapi
6 siung bawang putih
1/2 sdt merica
2 batang daun bawang, iris
3 sdt garam

PELENGKAP:
10 lembar kulit pangsit, goreng
150 gr mi kuning basah
10 tahu goreng, serong, toreh sedikit
Bawang goreng secukupnya
Sambal rebus

CARA MEMBUAT:
1. Buat bakso: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Giling daging hingga halus. Campur dengan tepung sagu, bumbu halus, telur, dan
air es. Aduk rata sambil dibanting-banting. Ambil 1/3 adonan untuk isian tahu.
2. Didihkan air, lalu matikan apinya. Buat bulatan bakso dua macam, satu besar dan satu kecil. Celupkan dalam rebusan air. Lakukan sampai habis.
3. Masak kembali hingga baksonya mengapung, angkat, tiriskan.
4. 1/3 adonan bakso masukkan dalam tahu. Kukus sebentar.
5. Buat kuah: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Didihkan air, bum
bu, dan tulang, masak hingga mendidih, saring. Taburi daun bawang, angkat.
6. Siapkan mangkuk, tata mi, bakso, dan tahu. Tuangi dengan kuahnya, taburi daun bawang, dan bawang goreng. Sajikan dengan pangsit goreng dan sambal rebus.

Untuk: 6 orang

Insya Alloh juga di Masjid At-Taubah blok B Puskopkar akan diselenggarakan Halal-bi Halal dengan mengundang Ustadz Hari Moekti yang mantan Rocker itu. Halal bi halal tersebut kan diadakan tanggal 6 october malam ba’da Isya kalau gak salah

About these ads
 

3 Responses to “Halal bihalal”

  1. Tigis Says:

    kalo haram biharam acaranya mungkin makan daging babi, minum arak, plus sajian lap dance ya :mrgreen:
    @rgobel: ya…mungkin, lagian sapa yg mau ngadain tuh acara haram biharam….hik..hik…yek..

  2. menunggu laporan si rocker itu ah
    @rgobel: ok tunggu aja postingannya, kalau bisa dateng aja untuk umum kok

  3. sapimoto Says:

    Kok diatas ada tertulis yang halal belum tentu baik? Saya yang awam dalam masalah agama, butuh pencerahan. Terimakasih
    Mohon Maaf Lahir dan Batin.
    @rgobel: maksudnya makanan halal belum tentu baik menurut saya adalah makanan yg memang halal tetapi situasi yg membikin tidak baik utk di konsumsi, misalnya makan duren tetapi tidak baik dikonsumsi berlebihan atau untuk ibu2 yg lagi hamil….begitu maksunya. Met lebaran juga mohon maaf nlahir bathin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.